Minggu, 14 Agustus 2011

Eet Sjahranie Guitaris Rock Indonesia


Nama lahir: Zahedi Riza Sjahranie
Lahir: 3 Februari 1962
Asal: Bandung, Indonesia
Genre: Instrumental rock, Hard rock, Progressive metal, Progressive rock, Heavy metal
Instrumen: Gitar
Tahun aktif: 1980 – sekarang
Terkait dengan: Edane, God Bless, Superdigi, Cynomadeus
Instrumen khusus:
Ibanez
Gibson SG
Cort KX Custom
Marlique GES Eet Sjahranie Signature  Series
Eet Syahranie adalah salah seorang gitaris rock di Indonesia. Kelahiran Bandung. Mengikuti pendidikan musik di Music Institute & Technology (MI). Mempengaruhi banyak gitaris Indonesia dari segi tehnik bermain gitar rock.
Eet bergabung dengan banyak musisi di tahun 90an, seperti Super DiGi, WOW, dan lain sebagainya. Pada tahun 1990 membentuk group Cynomadeus (Cycle Neo Amadeus) bersama Iwan Madjid, Todung Pandjaitan, Fajar Satritama, dan Ary Safriadi. Disamping itu juga kontribusinya terhadap rekaman solo dari vokalis-vokalis di Indonesia seperti, Nicky Astria, Ita Purnamasari, Mel Sandy, Atiek CB, dan masih banyak lagi.
Setelah itu Eet mendapat tawaran untuk bergabung dengan super group God Bless, untuk menggantikan posisi gitaris Ian Antono. Membuahkan beberapa album yang diselesaikan hingga tour shownya ke seluruh Indonesia.
Eet Syahranie membentuk group EdanE. Hingga kini Eet Syahranie masih berlanjut dengan keberadaan Edane yang belakangan ini muncul dengan label Sony Musik indonesia.
Eet Sjahranie selalu dihubungkan dengan kepiawaiannya memetik dawai gitar. Setelah Ian Antono, Eet disebut-sebut sebagai jawara gitar di tanah air. Imej itu memang layak disandangnya. Terlebih ia kini menjadi salah satu gitaris grup rock Indonesia yang cukup disegani, EdanE. Dilahirkan di Bandung, 3 Februari 1952 dengan nama Zahedi Riza Sjahranie, anak ketujuh dari kedepan bersaudara ini mulai menyenangi musik saat menginjak usia 5 atau 6 tahun. Maklum kakak-kakanya sering memutar lagu-lagu barat, seperti Deep Purple, Jimi Hendrix, Led Zeppelin, The Beatles, hingga BeeGees.
Kendati diakuinya hal itu sedikit banyak mempengaruhi kepekaan rasanya dalam bermusik, bukan gara-gara itu yang menggugah hatinya belajar gitar. “Justru yang membuat saya mendalami musik karena melihat Koes Plus. Asyik banget melihat aksi panggung Yok atau Yon Koeswoyo,” ujar Eet mengenang. Awalnya ia belajar gitar dengan seorang anak yang jadi yang juru parkir di depan sekolahnya di Samarinda Kalimantan Timur, tempat keluarganya bermukim saat itu. Sehabis pulang sekolah, ia selalu mengajak sohib-sohibnya belajar gitar bersama. Sejak itu “secara alamiah saya belajar sendiri,” tuturnya. Mulai dari lagu daerah, folksong, dangdut sampai lagu-lagu pop yang sedang populer saat itu ia coba untuk mencari akord-akordnya.
Di masa kecil,  Eet sering diajak ayahnya, A Wahab Sjahranie yang pernah jadi Gubernur Kalimantan Timur 1967-1977, ke Jakarta, sekalian mengunjungi kakaknya yang sedang studi di Ibukota. Sang kakak kebetulan mahir bermain gitar klasik. Kesempatan itu tidak disia-siakan Eet untuk mencuri ilmunya. “Lumayan ia mengajarkan satu lagu klasik,” katanya Sekembalinya, Eet menunjukan kebolehannya di hadapan teman-temannya. Merasa mendapat perhatian lebih dari kawan-kawannya, Eet kian percaya diri untuk lebih mendalami teknik permainan gitar. Lagu-lagu yang rhythm dan petikan melodinya enggak gampang, ia jelajahi. Keinginannya pun semakin menggebu ketika orangtuanya membelikan gitar elektrik. Berbeda yang ia alami saat memetik gitar akustik, dengan gitar elektrik ia mulai tahu sound-sound aneh. Refrensi musiknya sedikit demi sedikit mulai bertambah. “Orientasi saya tidak lagi dengar lagu-lagu Indonesia, tapi lagu-lagu barat. Kayaknya lebih asyik,” tutur Eet.
Pada 1978, keluarga Sjahranie boyong ke Jakarta. Ia melanjutkan sekolah di Perguruan Cikini. Tahu Eet jago main gitar, teman-teman sekolahnya yang suka ngeband mengajaknya ikut Festival Band SLTA se-Jakarta. Tak disangka, Eet mendapat gelar gitaris terbaik, sedang Cikini’s Band menduduki peringkat kedua. Selain itu, Eet ikut membantu pengisi musik untuk operet sekolahnya. Di situ ia bertemu Iwan Madjid, yang lalu mengenalkannya dengan Fariz RM dan Darwin. Temu punya temu, mereka sepakat membentuk grup band, namanya WOW. “Tapi belum terealisir saya sudah kadung pergi ke Amerika,” ujar Eet. (WOW sendiri sempat mengeluarkan album, minus Eet). Di negeri Paman Sam, Eet mengambil Workshop Recording Sound Engineering di Chillicote, Ohio selama tiga bulan. Selama di sana, ia banyak bertemu musisi Indonesia, yang juga sedang studi musik, antara lain kawan lamanya Fariz RM dan Iwan Madjid, serta Ekie Soekarno. Pertemanan mereka berlanjut sampai di tanah air. Dalam beberapa kesempatan, Eet kerap diajak rekaman. Saat Fariz RM menggagas proyek album Barcelona, Eet mengisi sound gitarnya. Atau waktu Ekie Soekarno membuat album Kharisma I dan Kharisma II. Saat menggarap album Ekie, Eet bertemu Jockey Suryaproyogo, yang lalu mengajaknya masuk God Bless, menggantikan posisi Ian Antono. Tak hanya sebagai player, Eet juga ditawari produser rekaman untuk menggarap beberapa proyek album solo rock. Dari beberapa nama yang diajukan, Eet memilih Ecky Lamoh. Alasannya, ia sudah tertarik dengan warna vokal Ecky sejak sama-sama mengisi album Kharisma-nya Eki Soerkarno. Tapi, Eet ingin format solo album dirubah menjadi duo. Titelnya “E dan E“, singkatan dari Ecky Lamoh dan Eet Sjahranie. Namun, ditengah jalan, kedua musisi ini malah membentuk grup band. Fajar S. (drum) dan Iwan Xaverius (bas) yang sejak awal ikut merancang konsep album mereka, diajak bergabung. Jadilah namanya berubah menjadi EdanE.
Bersama EdanE, Eet mencurahkan kemampuannya dalam bermain gitar. Impiannya menjadikan grup rock, yang paling tidak secara musical sama kualitasnya dengan grup-grup rock dari luar, berusaha ia wujudkan. Hasilnya, semua orang mengakui Eet terbilang berhasil mempresentasikan musik rock yang bermutu. Sayatan-sayatan gitar yang bertehnik serta eksperimen distorsi sound-nya yang njelimet, banyak membuat orang berdecak. Maka, tidak terlalu berlebihan jika ia dijuluki salah satu kampiun gitar rock di Indonesia.
Bersama EdanE, Eet telah banyak memiliki penggemar karena cara dia memainkan gitar sungguh tak dapat dipandang sebelah mata. Dalam debutnya bersama EdanE, Eet telah mengeluarkan 6 album.


Karir :
1. Nuklir /1986 (Iwan Madjid, Toni Wenas, Darwin, Ekkie Soekarno, Eet)
2. Treeb /1986 (Toni Wenas, Robin, EkkieSoekarno, Eet)
3. Happy Friends /1986 (Iwan Madjid, Toni Wenas, Eet)
4. Superdigi /1988 (Fariz RM, Sony Soebowo, Eet)
5. Zilt /1988
6. Cynomadeus /1989
7. GodBless /1989
8. EdanE /1991 - sekarang

Diskografi :
• Bersama Iwan Madjid, "Pesta Reuni" (Music Box Ina, 1988)
• Nourma Yunita, Fariz RM & Superdigi, "Malam Dansa"(Atlantic Rec, 1989)
• Superdigi & Fairuz, "Indonesia Top 10" (Kompilasi)(Team Record, 1989)
• GodBless "Raksasa" (Loggis, 1989)
• Godbless "History Of GodBless" (Loggis, 1990)
• GodBless "Apa Kabar" (Loggis, 1997)
• Cynomadeus "Cynomadeus" (1989)
• Eet Sjahranie"Gitar Klinik" (Kompilasi, Rotocorp, 1998)
• EdanE "The Beast" (Aquarius, 1992)
• EdanE "Jabrik" (Aquarius, 1993)
• EdanE "Borneo" (Aquarius, 1997)
• EdanE "9299" (Aquarius, 1999)
• EdanE "170 VOLTS (Sony Music Indonesia, 2002)

Penghargaan :
• Juara II Festival Guitar tunggal jenis Pop se Kaltim (1976)
• Gitaris Terbaik pada Festival Band se-SLA DKI Jkt (1979)






Selasa, 07 Juni 2011

BIOGRAPHY of DOGMA OF DEVIATE



started from a friendship in the house, call in the eastern Bandung area. when we often talked together about the music, and we have the same pleasure. and formed a band that was called Apocalypse in 2010 which in form by five youths namely Fakih (hikaf murder) as screaming and growl, Dendi (bedox) as the lead guitar, Cahya (dday) as bassist, Yusuf (uccup screamgrowlthedogma) as lead guitar and rythm, Reggy (aconk) as drummer and percussionist.
This band swedish death metal genre and inspired by local music such as beside, Burgerkill, nemesis, aftercoma, dead squad and many more and also inspired music out like lamb of god, bring me the horrizon, necrophagist, and more.
and all this time we change a band name for a band Apocalypse else already has that name, and we rename it into DOGMA OF DEVIATE upon the suggestion of our friend named qures koclak because that name already in use before we wear.
and we had to write three songs, check this out on our myspace: http://www.myspace.com/dogmaofdeviatedeath.

DEATH METAL

Death metal adalah sebuah sub-genre dari musik heavy metal yang berkembang dari thrash metal pada awal 1980-an. Beberapa ciri khasnya adalah lirik lagu yang bertemakan kekerasan atau kematian, ritme gitar rendah (downtuned rhythm guitars), perkusi yang cepat, dan intensitas dinamis. Vokal biasanya dinyanyikan dengan gerutuan (death grunt) atau geraman maut (death growl). Teknik menyanyi seperti ini juga sering disebut "Cookie Monster vocals".
Beberapa pelopor genre ini adalah Venom dengan albumnya Welcome to Hell (1981) dan Death dengan albumnya Scream Bloody Gore (1987). Death metal kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh band-band seperti Cannibal Corpse, Morbid Angel, Entombed, God Macabre, Carnage, dan Grave.
Kemudian era 2000'an, Death Metal berkembang sangat pesat. Banyak band-band jebolan aliran death metal menjadi pembaharu dalam musik metal. Band-band tersebut antara lain Inhuman Dissiliency, Disavowed, Viraemia, Hiroshima Will Burn, Amon Amarth, Inveracity, The Berzeker, Dying Fetus, Condemned, dan masih banyak lagi.
Di Indonesia, genre ini diawali pergerakan dan perkembangan-nya di tahun 1990-an dengan band thrash metal Rotor di Jakarta. Pergerakkan utama Death Metal Indonesia berasal dari munculnya inisiatif oleh band Grindcore asal Malang, Rotten Corpse, yang menggarap untuk pertama kalinya (yang diketahui) musik Death Metal. Kemunculan dan permainan Rotten Corpse akan Death Metal merupakan pertanda dari lahirnya sebuah individu musik baru, bernama Death Metal. Beberapa band pioneer Death Metal lainnya di daerah lain, seperti Trauma dari Jakarta , Insanity dan Hallucination dari Bandung, Death Vomit dari Jogjakarta , Slow Death dari Surabaya, Murder dari Boyolali kemudian berkembang dengan band-band yang dianggap sebagai senior karena pengalamannya masing-masing seperti: Disinfected, Ancur, Plasmoptysis, Jasad dari Bandung, Siksa Kubur , Funeral Inception dari Jakarta,Cranial Incisored Yogjakarta , Semarang Grind Buto. Abysal. R.O.H, Blast Torment dari Padang,Total Rusak dari Bukittinggi,Praying For Suicide Tragedy dari Bukittinggi dan Jahanam Corpse dari Batam , Sacrament ,Parkinson , NGAYAU,binasa dari Kalbar

Perkembangan musik Death Metal di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat baik. Diantaranya terusulkannya suatu forum pusat dari pecinta Death Metal Indonesia, yang bernama forum Death Metal Indonesia, yang bernama Indonesian Death Metal atau disingkat IDDM. Kemudian juga muncul Indogrind.net, GUBUG RIOT, staynocase, dan lainnya. Saat ini, band-band baru Death Metal akan menyuarakan 'suara-suara maut' dalam event metal. Band-band Death Metal di Indonesia sekarang antara lain Dynasty of Waru, Bad Habit, Asphyxiate, Bleeding Corpse, Death Vomit, Kill Harmonic, Grind Buto, Infected Voice, Brain Ass, Hatestroke, Sickmath dan sebagainya.
Perkembangan Death Metal Indonesia setelah terciptanya IDDM, merupakan sebagai indikasi dan peresmian kelompok-kelompok Death Metal di seluruh wilayah Indonesia untuk go on public atau menunjukkan diri mereka masing-masing pada publik. Seperti pada saat ini, banyak sekali kelompok/komunitas Death Metal Indonesia di wilayah mereka masing-masing yang sudah menunjukkan diri mereka di Internet. Komunitas-komunitas tersebut masih merupakan bagian dari Indonesian Death Metal/IDDM. IDDM merupakan salah satu web penghubung yang menjadi tempat bertukar pikiran maupun aspirasi hingga media untuk iklan / promosi album maupun merchandise. Komunitas-komunitas tersebut diantaranya adalah Malang Death Metal Force, Bandung Death Metal, Bekasi HORDE! Death Metal, Jogjakarta Corpse Grinder, Magelang Death Metal Militia, Sukoharjo Death Metal, Semarang Death Metal, Bali Death Metal sampai Samarinda Death Metal dan masih banyak lagi komunitas di seluruh Indonesia.
Beberapa subgenre death metal:
  • Technical death metal - Death Metal yang dikembangkan dengan nada-nada diatonis, merupakan perkembangan dari musik Death Metal ke yang lebih kompleks. Seringkali diasosiasikan sebagai penggabungan antara death metal dengan progressive rock dan jazz fusion.
  • Melodic death metal - heavy metal dicampur dengan beberapa unsur Death Metal, misalnya death growl dan blastbeat
  • Progressive death metal - gabungan antara death metal dan progressive metal
  • Brutal death metal - Brutal Death Metal merupakan perkembangan dari Death Metal itu sendiri. Brutal Death Metal merupakan salah satu perkembangan yang berhasil menghasilkan perkembangan lagi di genre Death Metal. Brutal Death Metal menghasilkan Slamming-Gore Brutal Death Metal, Slamming-Groove Technical Brutal Death Metal, Slamming Goregrind, dan lainnya.
  • Deathcore - gabungan antara metalcore/groove metal dengan death metal, merupakan genre Death Metal yang lebih menjurus kepada musik Post Hardcore.
  • Death/Doom - gabungan antara doom metal dan death metal
  • Blackened death metal - Blackened Death Metal merupakan usul-usul yang dilakukan oleh band-band Death Metal yang ingin menggabungkan kembali unsur Black Metal pada Death Metal seperti yang terjadi pada Era Pertama Death Metal, di mana Death Metal masih tercium bau-bau Black Metal.

KITAB YAHUDI BERISIKN PERINTAH SETAN